Minggu, 25 Oktober 2009

Renang Indonesia Targetkan 2 Emans di Sea Games

Indonesia menargetkan minimal meraih dua emas pada SEA Games Laos XXV yang rencananya akan digelar pada Desember 2009 mendatang.

Pelatih Kepala PAL Renang Hartadi Nurjojo di Jakarta, Sabtu mengatakan, target emas tersebut akan dibebankan pada perenang putra untuk kelas 100 meter gaya punggung dan 100 meter gaya dada.

"Saat ini atlet masih terus melakukan latihan agar peluang mendapatkan emas bisa diraih," katanya di sela-sela kejuaraan renang Indonesia Open 2009 di Senayan.

Kedua atlet yang diharapkan mampu meraih emas pada event dua tahunan tersebut adalah Glen Victor untuk kelas 100 meter gaya punggung dan Indra Gunawan untuk kelas 100 meter gaya dada.

Saat ini, perenang tersebut masih menjalani pemusatan latihan di Australia. Dengan beberapa kali uji coba kemampuan dari keduanya telah siap untuk diterjunkan pada arena SEA Games Laos.

"Hasil ujicoba di Australia sudah 99 persen hasilnya. Yang jelas keduanya cukup menjanjikan," katanya menambahkan.

Ia menjelaskan, selain menyiapkan kedua atlet renang tersebut pihaknya juga mempersiapkan tim pelapis yaitu untuk kelas 4x100 gaya ganti putra. Pada kelas ini ada empat perenang yang disiapkan yaitu Glen Victor, Indra Gunawan, Triaji Fauzi dan Nico.

"Selain itu juga dipersiapkan atlet-atlet yang selama ini masuk dalam PAL," katanya menegaskan.

Ditanya target disektor putri, Hartadi belum bisa menentukan dengan pasti. Namun demikian, pihaknya yakin disektor putri minimal mendapatkan medali perunggu.

Ambisi Kemenangan Ganda Christoper

PALEMBANG - Petenis peringkat satu nasional Christopher Rungkat dan pasangannya Nesa Artha menjadi juara di nomor ganda putra usai mengalahkan pasangan, Sunu Wahyu-Surya Wijaya Budi dengan skor 6-1, 6-1 di babak final Bukit Asam Open memperebutkan Piala Alex Noerdin Cup pada partai final, Sabtu (24/10).

Kemenangan ini akan menjadi ganda bagi Christoper jika berhasil mengelahkan Andrey di final nomor tunggal putra, Minggu (25/10) besok. Sebelumnya di nomor tunggal putra ini, Chris sapaannya, sukses mengalahkan saingan beratnya Sunu Wahyu dengan skor 6-4, 3-6, dan 6-1.
"Ambisi? ya memang di dua nomor ini tentunya. Sebab peluang sudah terbuka lebar," ujar Christoper ditemui usai pertandingan.

Meski demikian Christoper mengakui lawan-lawannya kali ini sangat tangguh. Namun dia tampil lebih baik karena memiliki persiapan matang. Selain berbicara tentang lawannya di Masters Series di Palembang, pemuda usia 19 tahun ini, berbicara tentang minimnya pertandingan Internasional, karena tidak ada sponsor yang membiayai. Juga soal peluangnya di SEA Games Laos mendatang. "Meski peringkat satu nasional, tetapi kemampuan saya tidak jauh beda dengan petenis-petenis lainnya macam Sunu Wahyu, Nesa, dan Andrey yang peringkat 2-4 nasional," ujarnya.

Sementara terkait dengan persiapannya di SEA Games mendatang, Christoper berharap akan banyak mengikuti pertandingan-pertandingan tingkat internasional. Paling tidak even di tingkat internasional ini 3-4 even harus diikuti."Sebab kami dibebeni target dua emas di ganda putra dan campuran," ujar pemuda 19 tahun ini.

Karena ia sadar saingan terberat adalah petenis Thailand yang kini peringkat 100 dunia. Jika bandingkan dengan petenis Indonesia yang masih diperingkat 1.000 dunia. "Artinya akan sulit menghadapi Thailand," kata Christoper.

Namun dikancah internasional, Christoper dan teman-temannya berambisi memperbaiki peringkatnya secara internasional. Namun permasalahannya adalah kendala biaya dan sponsor. Sebab untuk melakoni pertandingan internasional memerlukan biaya puluhan bahkan ratusan juta rupiah."Kemampuan kita sebenarnya tidak kalah dengan petenis dari negara luar, masalahnya hanya sponsor saja," katanya.

Akibat tidak ada sponsor, meski banyak petenis Indonesia termasuk dirinya yang sebenarnya mampu bersaing di level Internasional tidak memiliki kesempatan bertandingan dan memperbaiki peringkat dunia. Sehingga banyak mereka akhirnya fokus di level nasional."Kalau kita aktif mengikuti pertandingan, maka peringkat akan naik dengan sendirinya, begitupun sebaliknya akan turun sendiri, jika kita tidak mengikuti pertandingan," ujar Christoper.

Persimuba Tantang Sriwijaya FC

PALEMBANG - Untuk menyiasati lamanya jedah waktu pertandingan di Liga Super Indonesia, Sriwijaya FC kembali menggelar ujicoba untuk memaksimalkan permainan Kayamba cs. Salah satu lawan yang akan dihadapi SFC adalah Persimuba, di Stadion Sepakbola Sekayu, 7 November mendatang.

Ujicoba ini sifatnya partai persahabatan dan pemanasan sebelum Oktavianus cs melakoni laga lawan Persitara Jakarta Utara 20 November.

"Sebenarnya yang meminta bertandingan ada Persimuba. Tetapi kita juga membutuhkan laga ini untuk ujicoba," kata Manajer SFC Hendri Zainuddin, Sabtu (24/10).

Menurut anggota DPR RI ini, kondisi tim tidak ada masalah, para pemain tetap latihan rutin seperti biasa. Namun diakuinya waktu panjang ini SFC lebih membutuhkan banyak ujicoba. Sehingga dalam waktu dekat akan dijadwalkan juta ujicoba lawan Timnas U-23."Kita memang membutuhkan banyak ujicoba. Dengan tim manapun ujicoba akan ada manfaatnya bagi tim," ujar Hendri.

PNS OKUT Pakai Kartu Pegawai Elektronik

PNS OKUT Pakai Kartu Pegawai Elektronik
SRIPO/HERMAN
Isrin Effendi
Sriwijaya Post - Rabu, 21 Oktober 2009 14:49 WIB

MARTAPURA – Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemerintah Kabupaten OKU Timur akan segera memiliki Kartu Pegawai Negeri Sipil Elektronik (KPE).
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) OKUT Drs Isrin Effendi, MSi, Kamis (20/10) mengatakan, pemberlakuan cetak KPE tersebut akan diawali PNS di lingkungan Pemkab OKU Timur dengan jadwal pembuatan mulai pada 22 hingga 29 Oktober 2009 mendatang.
“Pemberlakuan kartu pegawai baru ini menyusul adanya Impelementasi Sistem Biometric PNS Berbasis Elektronik oleh Badan Kepegawainan Nasional RI yang diterapkan di seluruh daerah di Indonesia,” tegasnya.
Dijelaskan untuk untuk tahap pertama dari seluruh total PNS di OKU Timur 7.221 orang, baru sebanyak 2.672 PNS saja yang akan diberikan Kartu Pegawai dengan sisten KPE.
“Kedepan kartu pegawai ini akan memiliki keunggulan diantaranya dapat digunakan sebagai kartu Automatic Teller Mechine atau (ATM) Bank yang ditunjuk seperti Bank Sumsel, disamping juga dapat berfungsi sebagai kartu Asuransi Kesehatan (Askes), Tabungan Perumahan (Taperum) dan Tabungan Pensiun (Taspen),” ucapnya.
Untuk kelancaran pembuatan kartu pegawai baru ini selain dilakukan di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) juga akan dilakukan di Dinas Kesehatan OKU Timur dan Kantor Camat Belitang di Gumawang.
“Bagi PNS yang hendak membuat kartu pegawai ini silahkan mendatangi ketiga tempat itu dengan mengenakan pakaian dinas harian (PDH) serta membawa identitas diri seperti KTP, SIM dan Kartu Pegawai yang lama,” pungkasnya.

Musim Tanam di Sumsel Tertunda

MUSI RAWAS - Ratusan hektar sawah di Desa Satan Indah, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatra Selatan gagal melakukan penanaman padi akibat adanya pengeringan irigasi di daerah itu untuk perbaikan.

"Tiga kelompok tani di Desa Satan Indah yang memiliki lahan mencapai 250 hektar lebih, pada musim tanam kedua Oktober 2009, terpaksa tidak bisa dilakukan. Karena saat ini pihak PU Pengairan Musi Rawas menutup total saluran irigasi menuju Desa Satan Indah, karena ada kegiatan perehaban irigasi," kata Kepala Desa Satan Indah, Subandi, Sabtu (24/10).

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari petani yang ada di desanya saat ini hanya mengandalkan sisa hasil panen pada musim tanam sebelumnya, kalangan petani setempat kata dia berharap pihak terkait dapat secepatnya menyelesaikan perbaikan saluran irigasi yang menuju desa mereka, sehingga mereka bisa kembali bercocok tanam.

"Ada beberapa petani yang tidak mengikuti pola tanam serentak, dimana mereka mulai menanam sejak bulan Juli lalu, akibatnya tanaman padi yang mulai berbuah itu banyak yang mati dan mengalami kerusakan karena tidak adanya pasokan air," ujarnya.

Tarmizi (43) ketua Kelompok (Poktan) Tani Karya Muda mengeluhkan lambannya pengerjaan pengeringan dan perbaikan irigasi yang dilakukan Pemkab Musi Rawas, karena 30 anggota kelompoknya saat ini sudah bersiap-siap untuk menggarap lahan pada musim tanam kali ini dan tinggal menunggu pasokan air.

"Biasanya akhir Oktober ini kami sudah panen, jika menanam bulan Juli lalu. Karena saat itu ada himbauan dari pihak PU Pengairan Musi Rawas yang akan melakukan perbaikan irigasi sehingga kami mengurungkan penanaman," terangnya.

Namun sejauh ini, kinerja kontraktor dan dinas terkait dalam proses perbaikan irigasi didaerah itu terkesan lamban sehingga memakan waktu hingga lima bulan lebih, akibatnya petani yang dirugikan.

Untuk itu dia berharap, agar Pemkab Musi Rawas melalui dinas terkait dapat segera menyelesaikan perbaikan irigasi tersebut, karena musim tanam kedua 2009 sudah lewat, sehingga nantinya tidak merugikan petani.

Ijazah Pelamar CPNS Banyak Non Legalisir

PRABUMULIH - Proses penerimaan CPNS di Pemkot Prabumulih tidak menemukan banyak kendala. Sayangnya, banyak pelamar yang menyertakan ijazah pendidikan non legalisir.

“Pelamar hanya menyertakan fotokopi ijazah saja. Nanti lamarannya kita kembalikan untuk dilengkapi,” ujar Walikota Prabumulih, Drs H Rachman Djalili MM usai memantau kesiapan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dalam hal seleksi penerimaan CPNS di lingkungan Prabumulih, Selasa (20/10).

Penerimaan CPNS tahun 2009 di Pemkot Prabumulih dimulai sejak 15 Oktober lalu dan berakhir 29 Oktober mendatang. Dari seluruh lamaran yang masuk via pos, sebagian diantaranya kurang melengkapi persyaratan yang ada.

Lamaran yang kurang lengkap bakal dikembalikan ke pengirim via pos. Nantinya calon pelamar bisa melengkapi syarat yang kurang untuk kemudian dikirimkan kembali ke panitia penerimaan CPNS.

“Kesalahan atau kekurangannya nanti diberi tahu dalam amplop yang dikirimkan kembali,” kata Walikota didampingi Kepala BKD Prabumulih, Soban Asmuni.

Dari sekian banyak lamaran yang dikirimkan, kesalahan terbanyak terjadi pada syarat ijazah yang dikirim. Panitia menetapkan ijazah harus dilegalisir dari lembaga pendidikan tempat belajar yang bersangkutan.

“Seluruh lamaran yang dikembalikan didominasi kesalahan ijazah yang non legalisir,” tambah walikota.

Selain legalisir, banyak pelamar yang melamar posisi yang tidak sesuai dengan jurusan pendidikan. Untuk kesalahan ini, panitia tidak menolerir.

Pelamar yang salah memilih jurusan tidak akan dipanggil mengikuti tes selanjutnya. Pelamar tersebut juga mendapat surat pemberitahuan penolakan dengan alasan yang jelas.

“Untuk kesalahan jurusan terpaksa ditolak,” katanya.

Yusuf Mekki Ketua DPRD OKI Defenitif

KAYUAGUNG - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ogan Komering Ilir (OKI) Kamis (22/10) dilantik di Ruang Rapat Paripurna Dewan setempat. Ketua sementara H Yusuf Mekki, SSos dilantik dan diambil sumpah menjadi Ketua DPRD defenitif oleh Ketua Pengadilan Negeri Kayuagung, Saryana, SH, MH.
Mendampingi Ketua Partai PDI-Perjuangan ini selaku Wakil Ketua I yakni, H Darmiat Matdiah, Spd dari Partai Demokrat dan Wakil Ketua II Nawawi dari Partai Golkar dan Wakil Ketua III Askweni, Spd dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Ketiga partai di atas sendiri dalam pemilihan legislatif memperoleh suara terbanyak mendudukkan wakil rakyat mereka. PDI-P mendudukan sepuluh orang anggota dewan. Disusul Partai Demokrat dengan enam orang anggota dewan. Partai Golkar sendiri ada lima orang anggota dewan serta PKS ada lima orang anggota dewan.
Dilantiknya HM Yusuf Mekki, SSos ini memberikan harapan besar pembangunan Kabupaten OKI lebih maju. Mengingat Ketua PDI-P OKI ini masih bertalian hubungan saudara kandung. Yusuf Mekki adalah adik kandung Bupati OKI, Ir H Ishak Mekki, MM.
"Pak Yusuf orang yang religius, demikian juga pak Ishak. Walaupun mereka dua bersaudara, saya yakin pemerintahan dan pembangunan OKI ke depan dapat lebih maju lagi. Semoga harapan kita bersama menjadikan Kabupaten OKI yang Sejehtera dan Mandiri, beriman dan berkualitas dapat benar-benar dirasakan masyarakat," harap Ketua Tokoh Adat OKI," Drs H A Rahman Ahmad