Hasil, Klasemen dan Jadwal ISL 2009/2010 Pekan Ke-3
Sriwijaya Post - Rabu, 21 Oktober 2009 22:31 WIB
Berikut ini hasil pertandingan dan klasemen Djarum Indonesia Super League (ISL) 2009/2010, Kamis yang merupakan pertandingan ketiga bagi sejumlah tim.
Pelita Jaya vs Persik 1-1
PSPS vs Persela 0-0
Klasemen (main, menang, seri, kalah, selisih gol, poin);
PERSELA 3 2 1 0 3-1 7
PERSIBA 2 2 0 0 6-0 6
PERSIJAP 2 2 0 0 4-0 6
PERSEBAYA 2 1 1 0 7-4 4
PSM 2 1 1 0 3-2 4
AREMA 2 1 1 0 1-0 4
PERSIJA 2 1 0 1 3-2 3
PERSIK 3 0 3 0 3-3 3
PERSEMA 2 1 0 1 4-5 3
BONTANG FC 2 0 2 0 4-4 2
PSPS 3 0 2 1 2-3 2
PERSIPURA 1 0 1 0 2-2 1
PERSIWA 1 0 1 0 2-2 1
PELITA JAYA 3 0 1 2 2-4 1
PERSISAM 2 0 1 1 2-5 1
SRIWIJAYA FC 2 0 1 1 1-5 1
PERSIB 2 0 0 2 1-4 0
PERSITARA 2 0 0 2 0-4 0
Jadwal Kamis (22/10):
Bontang FC vs Arema
Persisam vs Persema
Persiwa vs Persiba
PSM vs Persipura
Sabtu (24/10):
PSPS vs Persijap.
Sabtu, 24 Oktober 2009
RD Sesumbar Menang
RD Sesumbar Menang
Persiba vs SFC
Sriwijaya Post - Rabu, 14 Oktober 2009 09:27 WIB
PALEMBANG, SRIPO — Para punggawa Sriwijaya FC berambisi merebut kemenangan saat menghadapi Persiba Balik Papan di Stadion Persiba Balik Papan, Rabu (14/10). Kendati berat, namun Isnan cs sedang dalam performa terbaiknya setelah berhasil menahan PSM Makasar. Motivasi pemain tuan rumah justru lebih tinggi usai menaklukkan Persib Bandung 2-0 di laga pembuka Liga Super Indonesia (LSI) sebelumnya.
Kedua tim pernah bertemu dan SFC unggul 2-1 saat bertamu ke Balikpapan pada 18 Agustus 2008. Namun Persiba mampu memaksa Zah Rahan dkk bermain imbang 1-1 saat duel kedua di Jakabaring 25 April 2009. Mampukah Rahmad menaklukkan kembali Persiba yang kini ditukangi pelatih kawakan daniel Roekito? Rahmad Darmawan akan memaksimalkan Ponaryo Astaman sebagai jenderal lapangan tengah bersama Zah Rahan. Faktor Ponaryo juga menentukan, sebab mantan pemain Persija ini penduduk asli Balik Papan. Secara psikologis dia memiliki memori dan tahu bagaimana kelemahan Persiba yang pernah diperkuatnya. Sebagai kebanggaan masyarakat Balik Papan, Ponaryo pastinya mendapatkan dukungan dari para fansnya.
“Saya akan bermain maksimal agar SFC bisa menang,” kata Ponaryo.
M Nasuha dkk akan memainkan sepakbola menyerang cepat dan berlari dari kaki ke kaki.
Pasukan RD kemarin sudah menjajal lapangan. Kondisi fisik dan mental pemain tetap terjaga, sehingga secara praktis tidak ada masalah menjelang laga.
RD mengatakan, skuadnya tiba di Balik Papan sejak Selasa (12/10) sekitar pukul 19.00. Mereka memilih Hotel Blue Sky untuk melakukan persiapan. SFC berangkat dari Makassar pukul 17.00 menumpang pesawat Sriwijaya air. Mereka membawa 18 pemain dan ofisial. Charis Yulianto akan absen dan pulang lebih awal ke Jakarta guna pemulihan cidera telapak kaki kirinya. Menurut RD Kondisi skuadnya semakin kondusif.
Secara terpisah Manager SFC, Hendri Zainuddin merisaukan masalah non teknis. Dia mengharapkan permainan nanti berjalan maksimal dan sportif. “Tidak ada kecurangan,”ujar Hendri.
Barisan pertahanan sriwijaya akan tetap minus Charis dan Ambrizal. Namun Mustapafa Adjie dan Nanak yang kemarin absen lantaran izin bermainnya belum di sahkan PTLI masih menunggu surat resmi.
Sebab Hendri Zainuddin sudah menyelesaikan persoalan kedua pemain ini dengan klub lamanya, Persitara. SFC sudah mentransferkan uang yang diminta Persitara untuk masalah Adjie dan Nanak sendiri sudah selesai. Sedangkan Anaure Obiora Richard dipastikan absen karena menyelesaikan berkas Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) di Nigeria.
Lini belakang RD masih mengandalkan Isnan, Warobay, Slamet, dan Bobby Satria. Keempat pemain ini bisa diandalkan untuk meredam kecepatan lini depan diperkuat Robetino Pugliara dan Hamid Reza Zakaria. Sementara lini depan RD kembali menurunkan Kayamba, Oktavianus, dan Rahmat “Poci” Rivai. (ndr)
Persiba vs SFC
Sriwijaya Post - Rabu, 14 Oktober 2009 09:27 WIB
PALEMBANG, SRIPO — Para punggawa Sriwijaya FC berambisi merebut kemenangan saat menghadapi Persiba Balik Papan di Stadion Persiba Balik Papan, Rabu (14/10). Kendati berat, namun Isnan cs sedang dalam performa terbaiknya setelah berhasil menahan PSM Makasar. Motivasi pemain tuan rumah justru lebih tinggi usai menaklukkan Persib Bandung 2-0 di laga pembuka Liga Super Indonesia (LSI) sebelumnya.
Kedua tim pernah bertemu dan SFC unggul 2-1 saat bertamu ke Balikpapan pada 18 Agustus 2008. Namun Persiba mampu memaksa Zah Rahan dkk bermain imbang 1-1 saat duel kedua di Jakabaring 25 April 2009. Mampukah Rahmad menaklukkan kembali Persiba yang kini ditukangi pelatih kawakan daniel Roekito? Rahmad Darmawan akan memaksimalkan Ponaryo Astaman sebagai jenderal lapangan tengah bersama Zah Rahan. Faktor Ponaryo juga menentukan, sebab mantan pemain Persija ini penduduk asli Balik Papan. Secara psikologis dia memiliki memori dan tahu bagaimana kelemahan Persiba yang pernah diperkuatnya. Sebagai kebanggaan masyarakat Balik Papan, Ponaryo pastinya mendapatkan dukungan dari para fansnya.
“Saya akan bermain maksimal agar SFC bisa menang,” kata Ponaryo.
M Nasuha dkk akan memainkan sepakbola menyerang cepat dan berlari dari kaki ke kaki.
Pasukan RD kemarin sudah menjajal lapangan. Kondisi fisik dan mental pemain tetap terjaga, sehingga secara praktis tidak ada masalah menjelang laga.
RD mengatakan, skuadnya tiba di Balik Papan sejak Selasa (12/10) sekitar pukul 19.00. Mereka memilih Hotel Blue Sky untuk melakukan persiapan. SFC berangkat dari Makassar pukul 17.00 menumpang pesawat Sriwijaya air. Mereka membawa 18 pemain dan ofisial. Charis Yulianto akan absen dan pulang lebih awal ke Jakarta guna pemulihan cidera telapak kaki kirinya. Menurut RD Kondisi skuadnya semakin kondusif.
Secara terpisah Manager SFC, Hendri Zainuddin merisaukan masalah non teknis. Dia mengharapkan permainan nanti berjalan maksimal dan sportif. “Tidak ada kecurangan,”ujar Hendri.
Barisan pertahanan sriwijaya akan tetap minus Charis dan Ambrizal. Namun Mustapafa Adjie dan Nanak yang kemarin absen lantaran izin bermainnya belum di sahkan PTLI masih menunggu surat resmi.
Sebab Hendri Zainuddin sudah menyelesaikan persoalan kedua pemain ini dengan klub lamanya, Persitara. SFC sudah mentransferkan uang yang diminta Persitara untuk masalah Adjie dan Nanak sendiri sudah selesai. Sedangkan Anaure Obiora Richard dipastikan absen karena menyelesaikan berkas Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) di Nigeria.
Lini belakang RD masih mengandalkan Isnan, Warobay, Slamet, dan Bobby Satria. Keempat pemain ini bisa diandalkan untuk meredam kecepatan lini depan diperkuat Robetino Pugliara dan Hamid Reza Zakaria. Sementara lini depan RD kembali menurunkan Kayamba, Oktavianus, dan Rahmat “Poci” Rivai. (ndr)
RD Rela Pasang Badan
RD Rela Pasang Badan
SRIPO/HENDRA KUSUMA
Pelatih Sriwijaya FC, Rahmad "RD" Darmawan
Sriwijaya Post - Kamis, 22 Oktober 2009 12:58 WIB
PALEMBANG - Buruknya penampilan Sriwijaya FC di pertandingan akhir lawan Persiba Balikpapan 14 Oktober lalu, membuat banyak pihak meragukan tim Sumsel ini bisa mencapai target double winner.
Menanggapi ini, pelatih Rahmad Darmawan rela pasang badan demi Sriwijaya FC. Pelatih asal Metro Lampung ini mengaku, SFC hanya butuh waktu untuk tampil lebih baik.
"Kalau masalah SFC kalah wawancara saya saja jangan pemain. Nah kalau SFC menang silakan wawancara pemain," kata Rahmad Darmawan, Kamis (22/10).
Pernyataan pelatih yang biasa disapa RD ini menanggapi kekalahaan telak 4-0 saat lawan Persiba. Sebab beberapa media menghubung-hubungkan kekalahan SFC dengan kemampuan pemain yang kurang maksimal atau kendala teknis lainnya. Namun, RD dengan terang-terangan menyatakan bahwa dia sebagai pelatih adalah pihak yang bertanggungjawab.
Menurut dia tidak ada pemain yang patut disalahkan."Tidak ada pemain yang patut disalahkan. Intinya ke depan kita terus berbenah," ujar RD.
Seperti diketahui, pelatih kelahiran Metro Lampung ini, berkali-kali meminta maaf kepada masyarakat dan publik Sumsel, publik sepak bola di Balikpapan dan kepada pers setempat atas kekalahan SFC lawan Persiba. Kini RD sedang fokus kepada materi latihan. Formasi 4-4-2 yang menjadi pola idealnya akan diterapkan dalam materi latihan.
Sebagai pelatih sarat pengalaman, RD berharap para pemainnya melupakan kekalahan dan menatap pertandingan lawan Persitara di Gelora Jakabaring 23 November mendatang.
"Sembari menunggu 3 pemain lagi yakni, Anaure Obiora Richard, Aleksandar Duric, dan Precious kita meneruskan latihan. Kita harapkan ketiga datang dua minggu lebih cepat sebelum pertandingan untuk persiapan tim," ujarnya.
SRIPO/HENDRA KUSUMA
Pelatih Sriwijaya FC, Rahmad "RD" Darmawan
Sriwijaya Post - Kamis, 22 Oktober 2009 12:58 WIB
PALEMBANG - Buruknya penampilan Sriwijaya FC di pertandingan akhir lawan Persiba Balikpapan 14 Oktober lalu, membuat banyak pihak meragukan tim Sumsel ini bisa mencapai target double winner.
Menanggapi ini, pelatih Rahmad Darmawan rela pasang badan demi Sriwijaya FC. Pelatih asal Metro Lampung ini mengaku, SFC hanya butuh waktu untuk tampil lebih baik.
"Kalau masalah SFC kalah wawancara saya saja jangan pemain. Nah kalau SFC menang silakan wawancara pemain," kata Rahmad Darmawan, Kamis (22/10).
Pernyataan pelatih yang biasa disapa RD ini menanggapi kekalahaan telak 4-0 saat lawan Persiba. Sebab beberapa media menghubung-hubungkan kekalahan SFC dengan kemampuan pemain yang kurang maksimal atau kendala teknis lainnya. Namun, RD dengan terang-terangan menyatakan bahwa dia sebagai pelatih adalah pihak yang bertanggungjawab.
Menurut dia tidak ada pemain yang patut disalahkan."Tidak ada pemain yang patut disalahkan. Intinya ke depan kita terus berbenah," ujar RD.
Seperti diketahui, pelatih kelahiran Metro Lampung ini, berkali-kali meminta maaf kepada masyarakat dan publik Sumsel, publik sepak bola di Balikpapan dan kepada pers setempat atas kekalahan SFC lawan Persiba. Kini RD sedang fokus kepada materi latihan. Formasi 4-4-2 yang menjadi pola idealnya akan diterapkan dalam materi latihan.
Sebagai pelatih sarat pengalaman, RD berharap para pemainnya melupakan kekalahan dan menatap pertandingan lawan Persitara di Gelora Jakabaring 23 November mendatang.
"Sembari menunggu 3 pemain lagi yakni, Anaure Obiora Richard, Aleksandar Duric, dan Precious kita meneruskan latihan. Kita harapkan ketiga datang dua minggu lebih cepat sebelum pertandingan untuk persiapan tim," ujarnya.
SFC Terpaksa Lepas Duric
SFC Terpaksa Lepas Duric
SRIPO/HENDRA KUSUMA
Paling kiri Hendri Zainuddin bersama Presiden Klub Dodi Reza Alex dan Pelatih Rahmad Darmawan serta pengurus PT SOM Bakti Setiawan
Sriwijaya Post - Rabu, 14 Oktober 2009 13:17 WIB
PALEMBANG - Meski kekurangan tukang gedor di lini depan, Sriwijaya FC akhirnya merelakan Aleksandar Duric. Manajemen Laskar Wong Kito menilai Duric mulai bertingkah dan ragu. Sejauh ini manajemen bertindak tegas dengan melepaskan pemain asal Serbia yang dinaturalisasi Singapura.
"Kita lepas Duric, jika dia ingin memilih klub lain. Manajemen tidak akan memaksa dia agar berkonsum SFC," kata Manajer SFC Hendri Zainuddin, Rabu (14/10).
Sejak menyatakan ragu ke Palembang, sikap tidak tegas dan mulai ragu ditunjukkan Aleksandar Duric, striker Timnas Singapura untuk bergabung bersama Sriwijaya FC. Janjinya untuk mendatangi Palembang, Rabu (14/10) hari ini tidak terwujud.
Sekretariat SFC tetap sepi. Sementaara agennya Riki Nelson hingga saaat ini belum memberikan kepastian waktu Duric ke Palembang. Tingkah Duric ini membuat petinggi PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) perusahaan yang mengelola SFC habis kesabaran. Padahal proses negosiasi telah dilalui, termasuk deal nilai kontrak, menyiapkan rumah dan kendaraan bagi Duric.
"Duric mulai bertingkah dan terkesan mengabaikan pinangan SFC. Kondisi ini membuat manajemen mulai gerah dan mengultimatum striker naturalisasi ini. Apakah mau bermain di Palembang atau tidak," kata salah seorang nara sumber di SFC.
Menurut informasi, selain melakukan negosiasi dengan SFC, Duric juga berkomunikasi dengan Persija. Pemain bertinggi 189 cm ini nampak lebih berminat bersama Persija lantaran klub DKI Jakarta ini lebih menjanjikan yakni mulai pulus, fasilitas, dan uang ganti transfer Duric dari klub lamanya SAF FC Liga Singapura. Terlebih lagi DKI Jakarta memang memiliki sekolah SD internasional yang diperuntukkan anak Duric bersekolah.
Sebab, kota Palembang belum memiliki sekolah internasional untuk siswa sekolah dasar.
Menurut Manajer SFC Hendri Zainuddin pihaknya hanya menunggu kepastian saja. Sebab pada prinsip manajemen tak lagi terlalu berambisi mendapatkan top skor Liga Singapura ini. Menurut dia setelah melakoni laga perdana lawan PSM Makasar tempo hari, SFC sudah cukup dengan 4 pemain asing.
"Obiora kan belum bergabung. Juga Precious. Tetapi penampilan tim kita sudah lumayan bagus. Artinya untuk kebutuhan striker seperti Duric bisa ditunda, hingga dibukanya transfer window di pertengahan musim. Artinya sambil terut mengikuti kompetisi, kita berusaha mencari striker asing berkualitas," ujar Hendri.
Seperti diketahui Duric sebenarnya diplot sebagai suksesor Ngon A Jam yang hengkang ke Persebaya Surabaya. Sebab dia diproyeksikan untuk mengisi kuota pemain asing Asia yang berjumlah dua orang. Regulasi PT Liga Indonesia musim ini menetapkan setiap klub diperbolehkan diperkuat oleh tiga pemain asing non Asia dan dua pemain asing Asia.
Sejauh ini, SFC baru memenuhi satu kuota pemain Asia yang ditempati oleh Precious Emuejeraye, defender Timnas Singapura. Sedangkan tiga pemain asing non Asia ditempati oleh Keith Kayamba Gumbs (St Kitt And Nevis), Zah Rahan (Liberia) dan Anoure Obiora Richard (Nigeria).
SRIPO/HENDRA KUSUMA
Paling kiri Hendri Zainuddin bersama Presiden Klub Dodi Reza Alex dan Pelatih Rahmad Darmawan serta pengurus PT SOM Bakti Setiawan
Sriwijaya Post - Rabu, 14 Oktober 2009 13:17 WIB
PALEMBANG - Meski kekurangan tukang gedor di lini depan, Sriwijaya FC akhirnya merelakan Aleksandar Duric. Manajemen Laskar Wong Kito menilai Duric mulai bertingkah dan ragu. Sejauh ini manajemen bertindak tegas dengan melepaskan pemain asal Serbia yang dinaturalisasi Singapura.
"Kita lepas Duric, jika dia ingin memilih klub lain. Manajemen tidak akan memaksa dia agar berkonsum SFC," kata Manajer SFC Hendri Zainuddin, Rabu (14/10).
Sejak menyatakan ragu ke Palembang, sikap tidak tegas dan mulai ragu ditunjukkan Aleksandar Duric, striker Timnas Singapura untuk bergabung bersama Sriwijaya FC. Janjinya untuk mendatangi Palembang, Rabu (14/10) hari ini tidak terwujud.
Sekretariat SFC tetap sepi. Sementaara agennya Riki Nelson hingga saaat ini belum memberikan kepastian waktu Duric ke Palembang. Tingkah Duric ini membuat petinggi PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) perusahaan yang mengelola SFC habis kesabaran. Padahal proses negosiasi telah dilalui, termasuk deal nilai kontrak, menyiapkan rumah dan kendaraan bagi Duric.
"Duric mulai bertingkah dan terkesan mengabaikan pinangan SFC. Kondisi ini membuat manajemen mulai gerah dan mengultimatum striker naturalisasi ini. Apakah mau bermain di Palembang atau tidak," kata salah seorang nara sumber di SFC.
Menurut informasi, selain melakukan negosiasi dengan SFC, Duric juga berkomunikasi dengan Persija. Pemain bertinggi 189 cm ini nampak lebih berminat bersama Persija lantaran klub DKI Jakarta ini lebih menjanjikan yakni mulai pulus, fasilitas, dan uang ganti transfer Duric dari klub lamanya SAF FC Liga Singapura. Terlebih lagi DKI Jakarta memang memiliki sekolah SD internasional yang diperuntukkan anak Duric bersekolah.
Sebab, kota Palembang belum memiliki sekolah internasional untuk siswa sekolah dasar.
Menurut Manajer SFC Hendri Zainuddin pihaknya hanya menunggu kepastian saja. Sebab pada prinsip manajemen tak lagi terlalu berambisi mendapatkan top skor Liga Singapura ini. Menurut dia setelah melakoni laga perdana lawan PSM Makasar tempo hari, SFC sudah cukup dengan 4 pemain asing.
"Obiora kan belum bergabung. Juga Precious. Tetapi penampilan tim kita sudah lumayan bagus. Artinya untuk kebutuhan striker seperti Duric bisa ditunda, hingga dibukanya transfer window di pertengahan musim. Artinya sambil terut mengikuti kompetisi, kita berusaha mencari striker asing berkualitas," ujar Hendri.
Seperti diketahui Duric sebenarnya diplot sebagai suksesor Ngon A Jam yang hengkang ke Persebaya Surabaya. Sebab dia diproyeksikan untuk mengisi kuota pemain asing Asia yang berjumlah dua orang. Regulasi PT Liga Indonesia musim ini menetapkan setiap klub diperbolehkan diperkuat oleh tiga pemain asing non Asia dan dua pemain asing Asia.
Sejauh ini, SFC baru memenuhi satu kuota pemain Asia yang ditempati oleh Precious Emuejeraye, defender Timnas Singapura. Sedangkan tiga pemain asing non Asia ditempati oleh Keith Kayamba Gumbs (St Kitt And Nevis), Zah Rahan (Liberia) dan Anoure Obiora Richard (Nigeria).
SFC Terkapar di Balikpapan
SFC Terkapar di Balikpapan
Sriwijaya Post - Rabu, 14 Oktober 2009 18:00 WIB
Laskar Wong Kito, julukan dari SFC terkapar di Balikpapan, Persiba dengan perkasa menaklukan SFC dengan skor telak 4-0 dalam laga lanjutan putaran pertama Superliga 2009/10, di Stadion Persiba, Balikpapan, Rabu (14/10).
Tanda-tanda kemenangan besar bakal ditorehkan Persiba di laga tersebut sudah terlihat ketika laga baru berjalan delapan menit, setelah Ferry Ariawan sudah membawa timnya unggul 1-0.
Hanya selang sepuluh menit, Johan Yoga Utama kembali memaksa kiper Sriwijaya FC Hendro Kartiko memungut bola dari gawangnya, sekaligus mengubah kedudukan menjadi 2-0 yang bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Sriwijaya FC berusaha bangkit. Tapi rapuhnya lini belakang yang ditinggal Charis Yulianto membuat gawang mereka kembali bobol.
Tragisnya, dua gol kembali mampu disarangkan pemain tuan rumah, melalui striker anyar Julio Lopez pada menit ke-82 dan Hendra Siswanto di masa injury time babak kedua.
Sriwijaya Post - Rabu, 14 Oktober 2009 18:00 WIB
Laskar Wong Kito, julukan dari SFC terkapar di Balikpapan, Persiba dengan perkasa menaklukan SFC dengan skor telak 4-0 dalam laga lanjutan putaran pertama Superliga 2009/10, di Stadion Persiba, Balikpapan, Rabu (14/10).
Tanda-tanda kemenangan besar bakal ditorehkan Persiba di laga tersebut sudah terlihat ketika laga baru berjalan delapan menit, setelah Ferry Ariawan sudah membawa timnya unggul 1-0.
Hanya selang sepuluh menit, Johan Yoga Utama kembali memaksa kiper Sriwijaya FC Hendro Kartiko memungut bola dari gawangnya, sekaligus mengubah kedudukan menjadi 2-0 yang bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Sriwijaya FC berusaha bangkit. Tapi rapuhnya lini belakang yang ditinggal Charis Yulianto membuat gawang mereka kembali bobol.
Tragisnya, dua gol kembali mampu disarangkan pemain tuan rumah, melalui striker anyar Julio Lopez pada menit ke-82 dan Hendra Siswanto di masa injury time babak kedua.
SFC Belum Kompak
SFC Belum Kompak
"Mereka bermain tidak seperti biasanya. Saya tahu mereka sangat kelelahanHendri Zainuddin"Manajer SFC.
Sriwijaya Post - Jumat, 16 Oktober 2009 06:19 WIB
PALEMBANG, SRIPO — Manajemen dan pelatih melakukan evaluasi usai kekalahan telak 0-4 lawan Persiba Balikpapan Kamis (14/10) kemarin. Beberapa faktor seperti kelelahan dan kurang konsistennya penampilan Kayamba cs, menjadi salah satu penyebab kekalahan terbesar Sepanjang sejarah lawatan SFC.
Manajer SFC Hendri Zainuddin, Kamis (15/10) angkat bicara mengenai kekalahan 4 gol tanpa balas ini. Menurut dia semua pemain dan tim perlu dievaluasi. Namun, penyebab utamanya adalah kelelahan para pemain dan kurang padunya para pemain baru dan pemain lama di SFC.
“Sebab menjelang pertandingan, para pemain memang masih mengalami kelelahan luar biasa. Mereka baru saja meladeni Persipura di Community Shield dan PSM dalam waktu berdekatan,” kata Hendri.
Menurut anggota DPRD Banyuasin ini, menjelang pertandingan para pemain mengaku kelelahan. Tetapi kemudian dimotivasi agar mereka tetap bersemangat, manajemen pun sudah menjanji bonus sebesar Rp 4 juta perorang jika SFC menang. Namun, kondisi ini tidak membantu. Para pemain yang mengalami kelelahan tidak bisa tampil optimal.
“Mereka bermain tidak seperti biasanya. Saya tahu mereka sangat kelelahan,” kata Hendri.
Akibatnya selama pertandingan, SFC sulit mengembangkan permainan. Selain itu absennya sejumlah pemain andalan seperti Charis Yulianto, Ambrizal, Precious, yang selama ini menjadi bek tengah sedikit banyaknya membawa pengaruh. Juga belum datangnya Obiora membawa pengaruh.
“Akibatnya kita kesulitan mengantisipasi serangan dari tim lawan,” ujar Hendri.
Hendri menambahkan target lawatan ini tidak tercapai. SFC sebenarnya berhasrat menuntaskan pertandingan lawan PSM dengan kemenangan, tetapi hanya mendapatkan satu poin. Begitu juga lawan Persiba.
Secara terpisah pelatih Rahmad Darmawan membenarkan jika anak asuhnya mengalami kelelahan dalam pertandingan kemarin. Hal ini berpengaruh kepada performa dan emosi pemain di lapangan. ”Kelelahan yang mendera anak-anak dari lawatan lawan Persipura dan lawan PSM membuat kondisi fisik anak-anak tak bisa cepat di recovery,” ujar RD.
Menurut dia, tidak logis menyalahkan siapapun. Sebab inilah fakta pertandingan lawan Persiba kemarin.
“Sangat tidak logis menyalahkan itu tapi inilah fakta dan hasil yang di peroleh. Ke depan kita terus melakukan evaluasi,” ujar RD.
Menurut dia, kekalahan ini merupakan kekalahan SFC dengan skor terbesar selama ia melatih SFC selama dua musim. Selain itu Persiba memang bermain baik dan bagus. Pelatih yang biasa disapa Cekmad ini mengaku, absennya sejumlah pemain belakang membuat anak asuhnya kewalahan. “Penyebab lainnya karena banyak pemain yang absen. Ke depan kita optimis tim ini mampu tampil lebih baik lagi,” ujar RD. (ndr)
"Mereka bermain tidak seperti biasanya. Saya tahu mereka sangat kelelahanHendri Zainuddin"Manajer SFC.
Sriwijaya Post - Jumat, 16 Oktober 2009 06:19 WIB
PALEMBANG, SRIPO — Manajemen dan pelatih melakukan evaluasi usai kekalahan telak 0-4 lawan Persiba Balikpapan Kamis (14/10) kemarin. Beberapa faktor seperti kelelahan dan kurang konsistennya penampilan Kayamba cs, menjadi salah satu penyebab kekalahan terbesar Sepanjang sejarah lawatan SFC.
Manajer SFC Hendri Zainuddin, Kamis (15/10) angkat bicara mengenai kekalahan 4 gol tanpa balas ini. Menurut dia semua pemain dan tim perlu dievaluasi. Namun, penyebab utamanya adalah kelelahan para pemain dan kurang padunya para pemain baru dan pemain lama di SFC.
“Sebab menjelang pertandingan, para pemain memang masih mengalami kelelahan luar biasa. Mereka baru saja meladeni Persipura di Community Shield dan PSM dalam waktu berdekatan,” kata Hendri.
Menurut anggota DPRD Banyuasin ini, menjelang pertandingan para pemain mengaku kelelahan. Tetapi kemudian dimotivasi agar mereka tetap bersemangat, manajemen pun sudah menjanji bonus sebesar Rp 4 juta perorang jika SFC menang. Namun, kondisi ini tidak membantu. Para pemain yang mengalami kelelahan tidak bisa tampil optimal.
“Mereka bermain tidak seperti biasanya. Saya tahu mereka sangat kelelahan,” kata Hendri.
Akibatnya selama pertandingan, SFC sulit mengembangkan permainan. Selain itu absennya sejumlah pemain andalan seperti Charis Yulianto, Ambrizal, Precious, yang selama ini menjadi bek tengah sedikit banyaknya membawa pengaruh. Juga belum datangnya Obiora membawa pengaruh.
“Akibatnya kita kesulitan mengantisipasi serangan dari tim lawan,” ujar Hendri.
Hendri menambahkan target lawatan ini tidak tercapai. SFC sebenarnya berhasrat menuntaskan pertandingan lawan PSM dengan kemenangan, tetapi hanya mendapatkan satu poin. Begitu juga lawan Persiba.
Secara terpisah pelatih Rahmad Darmawan membenarkan jika anak asuhnya mengalami kelelahan dalam pertandingan kemarin. Hal ini berpengaruh kepada performa dan emosi pemain di lapangan. ”Kelelahan yang mendera anak-anak dari lawatan lawan Persipura dan lawan PSM membuat kondisi fisik anak-anak tak bisa cepat di recovery,” ujar RD.
Menurut dia, tidak logis menyalahkan siapapun. Sebab inilah fakta pertandingan lawan Persiba kemarin.
“Sangat tidak logis menyalahkan itu tapi inilah fakta dan hasil yang di peroleh. Ke depan kita terus melakukan evaluasi,” ujar RD.
Menurut dia, kekalahan ini merupakan kekalahan SFC dengan skor terbesar selama ia melatih SFC selama dua musim. Selain itu Persiba memang bermain baik dan bagus. Pelatih yang biasa disapa Cekmad ini mengaku, absennya sejumlah pemain belakang membuat anak asuhnya kewalahan. “Penyebab lainnya karena banyak pemain yang absen. Ke depan kita optimis tim ini mampu tampil lebih baik lagi,” ujar RD. (ndr)
SFC Usulkan Pertandingan Lawan Persiwa Dipercepat
SFC Usulkan Pertandingan Lawan Persiwa Dipercepat
SRIPO/HENDRA KUSUMA
Dari kiri Manajer SFC Hendri Zainuddin bersama Asistennya Jamaludin memeriksa berkas-berkas kontrak pemain
Sriwijaya Post - Jumat, 23 Oktober 2009 16:40 WIB
PALEMBANG - Khawatir kekalahan telak 4-0 lawan Persiba 14 Oktober lalu kembali terulang, manajemen Sriwijaya FC mengusulkan pertandingan lawan Persiwa di Mawena Papua 29 November lalu, dipercepat satu hari sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk menyiasati waktu recovery pemain yang terbilang singkat.
"Sebab kita kembali melakoni pertandingan super berat 4 hari setelahnya menghadapi Persipura di Stadion Matto Angin Andi Matlatta Makasar, 2 Desember. Jika tidak dipercepat maka pemain akan kelelahan," kata Manajer SFC Hendri Zainuddin, Jumat (23/10).
Menurut Hendri, perjalanan ke Persiwa Wamena sangat jauh dan membutuhkan tenaga ekstra. Hal inilah membutuhkan banyak waktu istirahat dan stamina yang cukup.
Jika dihitung, usai pertandingan lawan Persiwa pada 29 November, Laskar Wong Kito kembali melakoni perjalanan jauh dari Wamena menuju Makasar untuk menghadapi Persipura pada 2 Desember. Pemain pun kembali melakukan perjalanan jauh.
Jika dihitung, usai bertanding lawan Persiwa pada 29 November, esok harinya kita melakukan perjalanan jauh menuju Makasar dan sore harinya (30 Oktober). "Artinya kita tidak memiliki banyak waktu istrirahat. Sebab 2 Desember sudah bertanding lagi. Akibatnya recovery pemain tersendat, hal inilah yang perlu diwaspadai, " ujarnya.
Anggota DPRD Banyuasin ini mengaku, belajar dari kekalahan Lawan Persiba lalu, penyebab utamanya adalah kelelahan fisik yang dialami pemain.
"Makanya jauh hari hal ini sudah disiasati. Kita tidak ingin mengalami kekalahan untuk yang kedua kalinya akibat kelelahan. Harapan kita usulan ini dikabulkan PT Liga Indonesia (PTLI)," tegas Hendri.
SRIPO/HENDRA KUSUMA
Dari kiri Manajer SFC Hendri Zainuddin bersama Asistennya Jamaludin memeriksa berkas-berkas kontrak pemain
Sriwijaya Post - Jumat, 23 Oktober 2009 16:40 WIB
PALEMBANG - Khawatir kekalahan telak 4-0 lawan Persiba 14 Oktober lalu kembali terulang, manajemen Sriwijaya FC mengusulkan pertandingan lawan Persiwa di Mawena Papua 29 November lalu, dipercepat satu hari sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk menyiasati waktu recovery pemain yang terbilang singkat.
"Sebab kita kembali melakoni pertandingan super berat 4 hari setelahnya menghadapi Persipura di Stadion Matto Angin Andi Matlatta Makasar, 2 Desember. Jika tidak dipercepat maka pemain akan kelelahan," kata Manajer SFC Hendri Zainuddin, Jumat (23/10).
Menurut Hendri, perjalanan ke Persiwa Wamena sangat jauh dan membutuhkan tenaga ekstra. Hal inilah membutuhkan banyak waktu istirahat dan stamina yang cukup.
Jika dihitung, usai pertandingan lawan Persiwa pada 29 November, Laskar Wong Kito kembali melakoni perjalanan jauh dari Wamena menuju Makasar untuk menghadapi Persipura pada 2 Desember. Pemain pun kembali melakukan perjalanan jauh.
Jika dihitung, usai bertanding lawan Persiwa pada 29 November, esok harinya kita melakukan perjalanan jauh menuju Makasar dan sore harinya (30 Oktober). "Artinya kita tidak memiliki banyak waktu istrirahat. Sebab 2 Desember sudah bertanding lagi. Akibatnya recovery pemain tersendat, hal inilah yang perlu diwaspadai, " ujarnya.
Anggota DPRD Banyuasin ini mengaku, belajar dari kekalahan Lawan Persiba lalu, penyebab utamanya adalah kelelahan fisik yang dialami pemain.
"Makanya jauh hari hal ini sudah disiasati. Kita tidak ingin mengalami kekalahan untuk yang kedua kalinya akibat kelelahan. Harapan kita usulan ini dikabulkan PT Liga Indonesia (PTLI)," tegas Hendri.
Langganan:
Postingan (Atom)